Senin, 17 Mei 2010

Alat Ukur Kecepatan Smes

Smes merupakan pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang. Karena itu tujuan utamanya untuk mematikan lawan. Pukulan smes adalah bentuk pukulan keras yang sering digunakan dalam permainan bulutangkis. Karakteristik pukulan ini adalah; keras, laju jalannya kok cepat menuju Iantai Iapangan, sehingga pukulan ini membutuhkan aspek kekuatan otot tungkai, bahu, lengan, dan fleksibilitas pergelangan tangan serta koordinasi gerak tubuh yang harmonis.

Dalam praktek permainan, pukulan smes dapat dilakukan dalam sikap diam/berdiri atau sambil loncat (King Smash).Oleh karena itu pukulan smes dapat berbentuk:
- Pukulan smes penuh - Pukulan smes potong - Pukulan sines backhand - Pukulan smes melingkar atas kepala

Teknik pukulan smes tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.

Hal yang Perlu Diperhatikan
1. Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.
2. Perhatikan pegangan raket.
3. Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada kok.
4. Perkenaan raket dan kok di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau kok itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul kok.
5. Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak Ian-jut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.

(sumber : http://bulutangkis.com/mod.php?mod=userpage&menu=401&page_id=5, tanggal akses 17 September 2008)

Alat Ukur Kecepatan Smes pada Bulutangkis

Bulutangkis merupakan olahraga yang menggunakan raket dengan laju bola tercepat di dunia dibanding olarhaga lainnya, mencapai 332 km per jam (207 mil per jam) seperti test yang dilakukan dalam kejuaraan Piala Sudirman yang sedang berlangsung di Beijing.

Federasi Bulutangkis Internasional (IBF) melakukan ujicoba kecepatan laju bulutangkis itu untuk pertama kali dalam pertandingan akbar itu, dengan menggunakan catatan sensor mikrowave pada lapangan pertandingan kejuaraan dunia campuran itu.

Bintang pemain ganda Cina, Fu Haifeng, membukukan pukulan dengan kecepatan bola 332 km/jam sedangkan pemain nomor dua dunia Kenneth Jonassen dari Denmark yang melakukan pukulan smes pada nomor tunggal membuatkecepatan laju bola 298 km per jam (185 mil per jam). (sumber : http://www.kapanlagi.com/h/0000063196.html, tanggal akses 21 September 2008)

Cara lainnya adalah, ada petugas khusus yang bertugas menembakkan speed gun (atau lebih populer dengan radar gun) yang biasa digunakan untuk mengukur kecepatan bola pada pertandingan baseball.


The Speedgun berkerja dengan K-Band transmitter dimana sinyalnya dapat dipantulkan oleh target objek. Pantulan sinyal akan menghasilkan pergeseran efek dopler yang proporsional pada kecepatan objek. pergeseran frekuensi doppler akan dideteksi oleh receiver, dikuatkan sinyalnya, melewati filter frekuensi, kemudian dikonversi menjadi sinyal digital dengan ADC (Analog to Digital Converter) dan mengalami Digital Signal Processing (DSP) dalam sebuah chip.

Dengan menggunakan software algorithma transformasi forrier kompleks, filter chip DSP akan menepis sinyal yang error dan memiliki level rendah untuk mengidentifikasi dan menampilkan kecepatan yang diinginkan dari target. Kecepatan dalam variasi statistik, rata-ratanya kemudian ditampilkan pada display LCD.

Bagaimana akurasinya? dari data teknis radar gun bushnell akurasinya +/- 1 mph untuk pengukuran benda bergerak yang posisinya pada gsris lurus menjauhi atau mendekati radar gun. jika pengukurannya dengan sudut tertentu maka akan menghasilkan cosine efect yang membuat toleransi akurasi bertambah besar ketika sudut pengukuran semakin lebar.


Kemudian perbandingan panjang gelombang (wavelength) sinyal pantul dan sinyal pancar, sesuai efek doppler

λ = λ0 (1 + v/c0)


v : kecepatan yang dicari

Co : kecepatan rambat gelombang (sama dengan kecepatan cahaya 3 x 10E8 m/s)

wavelength ‘ : panjang gelombang sinyal pantul

(sumber : http://indonesiacommunity.multiply.com/journal/item/2170, tanggal akses 21 September 2008)


Rabu, 22 Oktober 2008

Ikatan Kuat Ora Rantas

Kajian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan Ikatan Kuat Ora Rantas. Subyek yang digunakan sebanyak 2 generasi dengan metode pendekatan humanisme. Hasil yang dicapai meliputi: 1) dua generasi mengalami progres berarti, 2) generasi berikutnya stagnant. simpulannya, ada korelasi yang significan antara kekuatan Ikatan Kuat Ora Rantas dengan metode pendekatan humanisme. Rekomendasi dari kajian ini, diperlukan metode pendekatan lainnya yang sesuai dengan zaman dan perkembangan mahasiswa.

Demikian secuplik diskusi dari forum JKI selama 24 jam, membahas Abtrak sebuah hasil penelitian untuk dimuat di Jurnal Keolahragaan Indonesia.

Mohon koreksi.

OH IKORku Sayang

Dear All Generation,

Aku teringat saat itu...
Penuh gojek+keringet
Tanpa berpikir siang atau malam
Yang ada hanya diskusi sambil naik tali

Mau naik gunung ya ayo
Mau ngluyur bareng-bareng juga oke
Mau naik CB ber4 juga kuat
Mau gluruk BEM UNNES, hayo siapa yang mau nylentik ketuanya, aku tidak ikut-ikut

Ada yang spesialis ucapan terima kasih aja
Ada yang naik motor minti 2 cewek koboi
Ada yang rambutnya kriwil katok sowek-sowek
Ada yang jago diplomasi dan menulis
Ada yang rambutnya putih dan kalo nguyu tidak henti-henti
Ada yang solatnya berlawanan kiblat
Ada yang terjun landing pakai pantat
Ada yang terjun spesialis tambling
Ada yang terjun sambil menangis
Ada yang terjun hinggap dipohon

Hayo tebak, siapa dia?

Rabu, 15 Oktober 2008

Profil Nanang Indardi, SSi

Salam,

Kemeja Jaket hitam, hem abu-abu
Celana Jean Hitam tebal, sepatu kulit
tenang, santun bersahaja
generasi biang

biang segala yang

yang ter
yang akan
yang mau
yang telah

biang segala untuk

untuk ter
untuk semua
untuk harapan
untuk karya

biang segala nya

(PMI = Pemandu Misi Imposibel)

Minggu, 12 Oktober 2008

Undangan untuk Alumni IKOR (RALAT)

Salam,

RALAT, tanggal 26 Oktober 2008, rencana Jam 19:00 BBWI Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES bersama ISORI (Ikatan Sarjana Olahraga Indonesia) Pengda Jateng akan menyelenggarakan reuni. beberapa rekan telah mengirim pesan melalui SMS kepada saya, diantaranya juga meng E-mail saya. menurut yang saya dengar moment ini akan digunakan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNNES yang merupakan penjelmaan dari FPOK (Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan) IKIP Semarang pada tahun 1999, FKIK (Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan) IKIP Semarang, STO (Sekolah Tinggi Olahraga) Semarang di zamannya untuk konsolidasi.

yang utama pada moment ini adalah sambung rasa antar generasi, dilanjutkan beberapa paparan dari perwakilan bidang profesi yang digeluti alumni baik STO, FKIK, FPOK dan FIK. diantara yang telah saya dengar adalah dari:

1) Profesi Guru Pendidikan Jasmani (embrio lahirnya AGPJ)
2) Profesi Dosen Bidang Ilmu Keolahragaan (embrio lahirnya ADIK)
3) Profesi Pelatih Olahraga Sekolah (embrio lahirnya APOS)
4) Profesi Pelatih Olahraga Amatir (embrio lahirnya APOA)
5) Profesi Pelatih Olahraga Profesional (embrio lahirnya APOP)
6) Profesi Pelatih dan Guru Jasmani Militer (embrio lahirnya APGJM)
7) Profesi ...

yang lain saya lupa, dan yang saya dengar akan ditelorkan TEKAD generasi NEKAD untuk Keolahragaan Indonesia yang terdiri dari butir-butir tekad generasi alumni di forum ini sebagai jawaban atas perkembangan keolahragaan di tanah air. butir-butir itu silahkan didengarkan sendiri pada tanggal 25 Oktober nanti, atau tunggu posting yang akan datang.

khusus alumni IKOR FIK UNNES, kami (JKI = Jurnal Keolahragaan Indonesia) mengundang pada forum dialog "nguri-uri kabudayan Indonesia lumantar Olah Kanuragan" (Menghidup-lestarikan Budaya Indonesia melalui Olahraga) yang akan dipandu oleh Eko "Gareng" Widiyanto Mangkubroto (alumni IKOR 2000) sekarang aktif sebagai Mahasiswa di Pascasarjana UNNES dan Koordinator KPK (Komisi Pembela Keranjingan) Olahraga. topik yang disuguhkan pada pertemuan ini adalah Sepak Bola Rakyat, juga Sepak Bola Polisi dan Tentara. topik ini diangkat karena keterpurukan per-Sepakbolaan di Indonesia khususnya Semarang, dan opsi peran Kepolisian dan TNI dalam membina per-Sepakbolaan di Jateng. konsep yang dikembangkan adalah Binmas Polri dan Binter TNI akan dihidupkan dalam bentuk lain, yaitu berupa Integrasi Organisasi POLRI dan TNI ke dalam Klub-klub Olahraga Sepakbola melalui partisipasi Pemain Sepakbola, Wasit Sepakbola, Pelatih Jasmani dan Kekompakan Sepakbola, Bina Disiplin Pemain Sepakbola. memang ini konsep yang "nyleneh" komentar para penyunting yang mengikuti rapat penentuan topik ini.

dialog sebelumnya, di motori oleh Hadi "Thekol", anggota penyunting JKI yang aktif di PABBSI yang fokus pada Latihan Fisik bagi Pemain dan Atlet Professional. seperti pada dialog yang lalu forum ini disetting seadanya untuk menghasilkan masukan yang ada-ada saja. kadang-kadang setelah dikonfirmasi dengan teori-teori kepelatihan dan sport physiology, weh ternyata lahir idea-idea yang luar biasa dari forum yang sangat biasa-biasa saja. tanpa lampu sorot, tanpa lampu kilap juga tanpa prasmanan, hanya kopi yang dibawa sendiri-sendiri dari dapur Jurusan PKLO dan IKOR bersama ketela goreng karya Bu Yatno (Manager Cafe Gaul). bagi alumni yang kebetulan Manager Program Liputan di TV seperti Bu Rina Kurniawati, boleh ngajak rekan yang bawa kamera TV, tapi tidak disarankan tanya yang aneh-aneh tentang POLITIK KEOLAHRAGAAN INDONESIA, sebab para pembicara alergi dengan bahasan politik. forum ini juga mewadahi idea-idea yang berkaitan dengan Program Gubernur Jateng Bibit Waluyo yang "mBalik nDeso", tercatat ada 7 usulan yang terkait program ini, diantaranya adalah SP3 khusus Bidang Keolahragaan (Sarjana Penggerak Pembangunan Pedesaan) Bidang Keolahragaan. forum ini telah menjadi wadah penggila ilmu keolahragaan dan memang benar-benar gila berolahraga, ada yang gila nyungsep dilaut, ada yang gila angkat junjung, ada yang gila gandulan payung ada juga yang gila nyaduk ball pokoknya semua orang yang hadir diklaim sebagai orang gila.

dah panjang ya, untuk semua saya hormat dan menunggu mu dengan setia di E-mail saya: sahribintayib@yahoo.co.id atau sahribintayib@gmail.com.

Selasa, 07 Oktober 2008

JURNAL ONLINE

sarana berbasis web untuk mengelola sebuah jurnal ilmiah maupun non-ilmiah. Sarana ini disediakan sebagai wadah bagi pengelola, penulis dan pembaca karya-karya ilmiah.
Sarana ini diadakan dengan motivasi awal untuk membantu komunitas ilmiah Indonesia dalam menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah lokal. Karena komunitas yang kecil dan sebagian besar tidak aktif melakukan kajian ilmiah, ditambah biaya penerbitan yang tidak sesuai dengan pangsa pasar, kegiatan penerbitan karya ilmiah lokal menghadapi kendala yang sangat serius dan seringkali berakhir dengan kondisi terbengkalai. Dilain pihak keinginan untuk terus mempertahankan jurnal-jurnal ilmiah lokal sangat tinggi.

Kamis, 11 September 2008

Kumandangkan Pekik IKOR '99

One for All, All for One

terima kasih atas undangan , kesempatan, dan kepercayaan yang diberikan kepada saya, ijinkan saya untuk ikut meramaikan, sumbang saran dan usul maupun sekedar nggabrul pada forum. saya secara pribadi sudah kangen pada masa-masa indah kebersamaan antara senior yunior yang gabung, berbagi cerita, ngluyur, diskusi, walaupun hanya ditemani buah dari"kebun paman", es air putih, di bawah atap langit namun disadari secara langsung atau tidak justru dari situlah kedewasaan, cara berpikir ilmiah, keingintahuan dan pencarian jawaban yang ditempa oleh kerasnya alam membentuk sosok diri saya dan saudara saudaraku IKOR, fisik maupun mental. saya merindukan kebersamaan, brotherhood sense, atau orang militer bilang, Corsa (corp siswa;red) rekan 1 almamater untuk kita kenang, munculkan kembali dengan latar belakang profesi dan keahlian rekan- rekan yang saat ini sangat beragam, multi disiplin yang justru akan memperkuat barisan kita. sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas penghormatan, kepercayaan yang diberikan.

Suatu kebanggaan bagi saya untuk berjuang disisi rekan-rekan untuk dapat memajukan "kapal" Ilmu Keolahragaan.

salam hangat,
Perintis 02
Elvyn BEK, S. Si
elvynbek_ikor@yahoo.co.id